Jadikan Masyarakat Subyek Revitalisasi KCBN Muara Jambi, Ini yang Dilakukan Kemendikbudristek

Selamat datang Carsonhousebhdi Situs Kami!

JAMBI – Ini merupakan langkah strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melibatkan KCBN Muara Jambi melalui community engagement. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat ini berencana merehabilitasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi di tepian Sungai Batangari di Provinsi Jambi. Jadikan Masyarakat Subyek Revitalisasi KCBN Muara Jambi, Ini yang Dilakukan Kemendikbudristek

Fitra Arda, Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan secara konseptual pembaharuan KCBN Muara Jambi akan dilakukan secara mandiri, tanpa fokus pada program pembaharuan cagar budaya yang sudah ada. seperti pemugaran candi Borobudur. Heboh Video Propaganda LGBT, Kementerian PPPA Kirim WA ke Youtube

Padahal, menurut Fitra, ada satu hal yang membedakan kebangkitan KCBN Muara Jambi dengan kebangkitan warisan budaya di Indonesia, yakni cara pelibatan masyarakat dan upaya konservasi.

“Kami tidak ingin fokus pada proses pembaharuan yang sudah ada sebelumnya, karena kami ingin membuat konsep pembaharuan sendiri. Kedepannya, kami berharap masyarakat tetap menjadi isu kriminalitas pada proses pembaharuan KCBN Muara Jambi kedepannya. “Selain itu tentunya kami akan terus fokus menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan pedesaan,” kata Fitra dalam wawancara dengan Forum Jurnalis Pendidikan di Jambi, Sabtu (3/2/2024).

Fitra mencontohkan salah satu upaya pelibatan masyarakat lokal dalam pembaharuan KCBN Muara Jambi terkait proyek pengiriman statistik masyarakat untuk studi banding di KCBN Muara Jambi di Vietnam. Vietnam dikenal sebagai salah satu negara yang berhasil mengembangkan situs warisan budaya dengan tetap menjaga kearifan kawasan dan pelestarian alam.

“Pada saatnya nanti kami akan mengirimkan warganya untuk belajar di Vietnam. Karena secara geografis keadaan KCBN Muara Jambi mempunyai kanal dan pedagang, keadaannya mirip dengan salah satu situs warisan budaya Vietnam. “Harapannya dengan melihat langsung Vietnam bisa melihat sendiri bagaimana penanganan adatnya, dikelilingi kanal-kanal dan vendor seperti KCBN Muara Jambi,” tambah Fitra.

Kepala Balai Pelestarian Budaya (BPK) Kabupaten V Provinsi Jambi Agus Widiatmoko membenarkan, pihaknya akan mengirimkan sejumlah pekerja masyarakat ke KCBN Muara Jambi sekitar Vietnam untuk membandingkan kajian dan pengelolaan situs cagar budaya. Terutama di daerah dekat sungai.

“Ada 8 desa di KCBN Kabupaten Muara Jambi, semuanya berada di dekat Sungai Batangari. Jadi mengapa kita membawanya ke Vietnam? Karena terdapat situs warisan budaya di sekitar Sungai Mekong di Vietnam, dan kini menjadi situs warisan budaya yang langka. “Bukan dari segi pariwisatanya, tapi dari segi warisan tradisional atau kearifan lokal yang berkontribusi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Agus. Jadikan Masyarakat Subyek Revitalisasi KCBN Muara Jambi, Ini yang Dilakukan Kemendikbudristek

Agus menjelaskan, warga sekitar KCBN Muara Jambi yang nantinya akan dikirim ke Vietnam terdiri dari kepala desa atau tokoh dari 8 desa sekitar KCBN Muara Jambi. Harapannya, pengunjung Vietnam dapat melihat sendiri bahwa dengan kondisi lingkungan dan geografis yang serupa, konsep pengelolaan warisan budaya dapat diterima di Vietnam. “Tidak harus ditiru, tapi setidaknya akan muncul ide-ide baru di masyarakat,” ujarnya.

Agus menambahkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk mendukung pengembangan KCBN Muaro Jambi yang akan digunakan untuk membangun museum dan fasilitas pendidikan di atas lahan seluas 25 hektare, serta restorasi beberapa candi dan lanskap. dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat.